Jangan share/bagikan ke teman sebelum membaca, tolong jadilah manusia yang cerdas dan tidak menyesatkan orang lain.

Harusnya saya tidak perlu menulis artikel ini. Bagi saya tidak ada manfaat dan keuntungan, ya mungkin pahala. Pahala juga tidak, karena kalimat sebelumnya ada unsur Riya’ tanda adanya ketidak ikhlasan. Jadi lupakan saja soal pahala tadi. Catat, apa yang saya sampaikan di bawah ini adalah Informasi mengenai pendaftaran mahasiwa baru Al-Azhar Mesir untuk program Strata 1, bukan S2 atau S3. Jadi kalian yang mencari Informasi tentang Al-Azhar Kebayoran jangan teruskan membaca, karena sama sekali tidak ada gunanya.

Saya menulis informasi ini tidak dalam kapasitas pengurus atau babu di kantor IAAI Indonesia, tapi sebagai keluarga besar Azhary yang sedikit mempunyai informasi lebih terkait pendaftaran Al-Azhar tahun ini (2016). Kapasitas saya adalah sebagai Muhammad Jamzuri, putra terakhir bapak Khasbullah yang pernah nyatri di Azhar. Kenapa saya memutuskan untuk menulis artikel ini? ya karena saya sudah cukup lelah menjawab telpon dan pesan demi pesan di aplikasi keren buatan orang kafir seperti WA, BBM, dan lain sebagainya. Pertanyaan mereka sama, sedangkan bagi mereka saya harus menjawab satu persatu. Bayangkan bagaimana persaan istri dan anak saya?. Hehe. Artikel ini bisa juga dikatakan sebagai lanjutan/pembaharuan dari Artikel saya dua tahun lalu yang berjudul “Informasi Menuju Universitas Al-Azhar” . Artikel tesebut sudah dibaca sebanyak 89.000 kali, keren bingit.

Selamat membaca.

Seleksi pendaftaran Universitas Al-Azhar Mesir pada tahun memang belum diumumkan secara resmi oleh Diktis Kemenag RI. Namun pada tahun-tahun sebelumnya biasa dilaksanakan antara bulan Mei hingga Juni. Jadi kalau saat ini belum dikeluarkan informasinya, santai saja kita kan masih punya bulan Mei untuk menunggu. Ya meskipun saya juga tahu kalau menunggu itu membosankan tapi yakinlah ada hikmahnya. Cinta aja menunggu Rangga 13 tahun dalam AADC 2, masak kalian tidak sabar nunggu dalam hitungan bulan. Hikmahnya kalian bisa punya waktu lebih banyak untuk mempersiapkan materi ujian.

Ngomongin materi ujian seleksi biasanya yang diujikan itu adalah pengetahuan umum tentang Islam. Jangan nonton AADC2 atau Captain America Civil War berulang-ulang kali, karena tidak akan masuk sebagai materi ujian. Sumpah. Fokus lagi ya. Spesifik materinya seperti sejarah Islam, Fikih, Aqidah, Nahwu, Balaghah, Hadits, dan AL-Qur’an. Jangan tanyakan lebih spesifik pada bab apa, itumah namanya ngasih bocoran soalnya apa?. Soal disampaikan dalam bentuk tulisan dan lisan, dengan bahasa pengantar Arab, bukan bahasa Jepang apalagi boso Jowo, abdi mah teu tiasa nyarios ... itu tadi bahasa Sunda, padahal ulun neh urang Banjar, piye iki. Fokus juragan.

Kabarnya nih ada yang berbeda terkait terkait pelaksanaan tahun ini. Mau tahu bedanya apa saja? Pada kepo ya?. Baiklah saya bocorin dikit. Pertama, tempat pelaksanaan ditambah, kalau dulu cuma delapan kota, tahun ini saya juga belum tahu berapa, tapi Aceh salah satunya. Itu katanya, jadi belum pasti. Kedua, tahapan seleksi tahun ini denger-denger cuma sekali, jadi tidak ada lagi tuh seleksi tahap kedua atau final. Ups, bentar. Jangan-jangan seleksi cuma sekali tapi dilaksanakan di Jakarta saja. Itu bisa saja terjadi.

Kenapa seleksi hanya dilaksanakan satu tahap saja?. Begini ceritanya: Dua tahun terakhir al-Azhar mewajibkan mahasiwa baru untuk mengikuti kursus bahasa di Markaz Lughah Mesir sebelum masuk ke jenjang Universitas. Di dalam Markaz lughah tersebut terdapat 6 level/kelas yang tiap levelnya bisa ditempuh selama satu hingga satu setengah bulan, tergantung tingkat kecerdasan dan kemalasan masing-masing mahasiswa, bukan tergantung kaya atau tidaknya. Nah, pada tahun 2014 seleksi Markaz Lughah itu diselenggarakan di Indonesia dan hasilnya adalah setengah peserta saat itu bisa langsung kuliah dan setengahnya lagi harus ikut markaz lughah dan baru kuliah pada tahun 2015. Akan tetapi pada tahun 2015, Markaz lughah urung datang ke Indonesia untuk melaksanakan seleksi karena kita tidak bisa bayar biaya seleksi masing-masing peserta sebesar 50 USD sebelum seleksi dilaksanakan. Sebenarnya sih kalau peserta diminta bayar menurut saya bukan hal yang memberatkan, karena seleksi PTUN di Indonesia aja juga bayar terlepas lulus atau tidaknya. Namun yang kita harus fahami adalah, seleksi ini penyelenggara resminya adalah Negara, negara tidak bisa tuh menarik iuran tanpa dasar, bisa-bisa pejabatnya kena ciduk KPK. Disisi lain kalau dibayarin Negara, anggarannya tidak ada, dan nggak mungkin disetujui oleh Anggota dewan yang mulia .. hehe.

Karena hal di atas, pada tahun 2015 lalu peserta yang lulus seleksi tahap pertama dan kemudian datang ke Jakarta untuk mengikuti seleksi tahap kedua diberi wejangan oleh Dubes Mesir bahwa mereka yang hadir diterima oleh Azhar akan tetapi belum ditentukan apakah langsung kuliah tahun itu juga atau tidak. Sehingga mereka dipersilahkan mengikuti seleksi tahap kedua “Markaz Lughah” di Mesir secara langsung. Hasilnya? Dari 560 mahasiswa yang lulus seleksi tahap pertama dan berangkat ke Mesir, hanya 3 orang saja yang bisa langsung kuliah pada tahun itu, dimana selebihnya nongkrong manis di Markaz Lughah untuk menyelesaikan levelnya hingga tahun ini. Sementara calon suami atau istrinya yang ditinggal di kampung menggerutu” “tambah satu tahun lagi saya menunggu” Capek deh. Mungkin berkaca pada tahun 2015 inilah yang menjadi pertimbangan kenapa seleksi diselenggarakan sekali saja pada tahun ini.

Markaz Lughah itu bayar, kalau Universitasnya masih gratis seperti dulu, kasian orang Indonesia nanti ga bisa bayar. Untuk markaz lughah masing-masing siswa harus merogoh kocek sebesar 450 Le setiap level/kelasnya. Kabar baiknya mata uang Pounds Mesir (Le) sedang jatuh hingga 11 Le/USD artinya 450 Le itu sekitar 550 ribu rupiah. Jadi kalau hasil seleksi kalian berada pada kelas 1 atau mubtadi’ maka kalian butuh 3,6 juta rupiah untuk bayar Markaz Lugah. Semoga saja kalian berada di level mutamayiz yang artinya bisa langsung kuliah tahun ini juga. Amiin. By The way Amin itu nama Almarhum mertua saya, jadi mohon sumbangan alfatihah untuk beliau ya.

Kalauseleksi Markaz Lughah dilaksanakan di Mesir langsung, kenapa perlu ada seleksi tahap pertama di Indonesia? Bukannya yang menentukan masuk atau tidaknya adalah Al-Azhar?. Pertanyaan bagus, kritis dan bikin saya capek ngetiknya di WA. Jadi begini DekBro dan DekSist penjelasannya:

  1. Saat ente dan enti tinggal di luar negeri, maka pada saat itu juga menjadi duta bangsa. Jadi sepatutnya negara memastikan bahwa setiap duta bangsa memiliki kecakapan, kemampuan, dan kelayakan dalam kompetensinya di Al-Azhar terlebih peminatnya mencapai tiga ribuan pada setiap tahun. Hal ini semakin penting mengingat tujuan dari kalian semua adalah kawasan Timur Tengah yang tengah berkonflik, terlebih terkait keterlibatan WNI dalam gerakan ISIS.
  2. Seleksi di Indonesia adalah jembatan kelayakan bagi kalian semua untuk mengikuti seleksi final di Markaz Lughah. Kalau di Liga Champion Eropa, seleksi ini seperti laga kualifikasi, sementara Markaz Lughah adalah laga final. Mereka yang tidak lulus seleksi pertama, bisa jadi secara kompetensi layak, akan tetapi secara mental dia tidak, atau sebaliknya secara mental dirinya siap akan tetapi kompetensinya (misal bahasa) belum siap. Sehingga saat seleksi di Markaz Lughah, negara ini benar-benar menghadirkan mereka yang siap berada di Al-Azhar dan menjadi duta bangsa yang mengharumkan negara. Ciyeee Duta Bangsa. Keren kan gelarnya.
  3. Kedutaan Mesir dan Kementerian Agama terikat pada MoU Seleksi Al-Azhar. Hasil seleksi pertama secara nasional di Indonesia adalah kunci bagi Kedutaan Mesir dan Kemenag terkait kedudukan mereka dalam pendaftaran mahasiswa Al-Azhar. Bagi Kemenag, seleksi nasional di Indonesia adalah acuan untuk mengeluarkan Syahadah Muahaddah semacam sertifikat kelulusan yang diterima oleh Azhar sebagai pengganti Ijazah. Sementara bagi Kedutaan Mesir, hasil seleksi di Indonesia adalah syarat mutlak untuk mendapatkan Visa pelajar untuk dapat melanjutkan studi di tanah bekas Fir’aun dan rekan-rekannya main petak umpet.

Nah sekarang tidak ada alasan bagi kalian untuk mengelak dari seleksi bergengsi yang ditunggu oleh ribuan generasi muda Islam Indonesia tahun ini. Sekalian nih saya mau secara pribadi mau mewanti-wanti buat kalian yang nekat ke Mesir atau sekarang sudah ada di Mesir dengan tujuan kuliah di Al-Azhar dengan cara ilegal bin non-prosedural untuk segera kembali ke Indonesia. Kemenag tidak akan memberikan kalian sertifikat itu sebagai kunci masuk itu, Ya sertifikat keren yang hanya diberikan kepada mereka yang taat aturan dan rela menunggu jadwal seleksi dilaksanakan.

Masih ada yang nanya lagi nih soal  ijazah. Santai saja saya jawab koq. Ijazah yang dimaksud bisa MA atau sederajat dengan syarat usianya tidak lebih dari 3 tahun. Jadi usia maksimal ijazah kalian yang diterima berarti kalian yang ijazahnya dikeluarkan 2014. Bagi kalian yang usia ijazahnya diatas tiga tahun bisa saja asal kalian mahir sulap, ya maksudnya adalah menyulap tahunnya menjadi 2014, 2015 atau 2016.

Beasiswa adalah pembahasan terakhir yang akan saya sampaikan ke kalian. Jadi tahun ini kita mendapat tambahan jatah beasiswa 100 dari Al-Azhar yang tadinya hanya 20. Dari 100 beasiswa tersebut, 90 untuk tingkat Universitas dan 10 untuk tingkat Ma’had. Dari 100 beasiswa yang ada, 50 diantaranya sudah menjadi jatah alumni Gontor untuk tahun ini (semoga tahun ini saja) sebagaimana pesan Grand Syaikh. Sementara 50 beasiswa lainnya inilah yang akan dipererebutkan. Setelah saya merenung, kira-kira teknisnya adalah beberapa ribu calon mahasiswa mengikuti seleksi Nasional (termasuk alumni di Gontor-ini sebagaimana Kemenag mau). Setelah menggunakan standar nilai 70 untuk kelulusan (kelulusan berdasarkan nilai bukan kuota) akan diperoleh sekian ratus mahasiwa yang lulus seleksi (misal 500 mahasiwa). Dari 500 (ini misal loo ya) yang lulus seleksi tersebut dicari 50 yang nilai tertiingi dari almamater Gontor, maka sudah dipastikan 50 terbesar Gontor tersebut sudah mendapatkan haknya. Kemudian 50 jatah beasiswa lainnya, dilihat dari nilai tertinggi 50 peserta seleksi non Gontor, maka 50 mustahiq sudah diperoleh angkanya. Perjalanan belum selesai, karena jumlah 50 tersebut disesuai dengan arahan Kedutaan Mesir di Jakarta. Hasilnya akan diumumkan bersama-sama siapa yang berhak beasiswa dan siapa yang berhak untuk berangkat ke Al-azha dengan jalur mandiri.

Apa sih bedanya beasiswa dan non beasiswa. Bagi dia yang menerima beasiswa mereka langsung ditempatkan di Asrama Al-Azhar Bu’uts Al-Islamy dan mendapat uang saku senilai sekitar 500 ribu perbulannya. Selebihnya, dari urusan mekanisme seleksi, ijraat administrasi, tiket keberangkatan dan lain sebagainya sama dengan mereka yang berangkat dengan biaya mandiri.

Jika ada pertanyaan yang jawabannya tidak termuat dalam halaman ini silahkan baca artikel ini : Informasi Menuju Universitas Al-Azhar. Jika dalam artikel tersebut juga masih belum ada jawabannya silahkan tulis di komentar artikel ini, Insyallah segera dijawab.

________________________

Alhamdulillah artikel ini yang saya tulis mulai pukul 16.00 WIB sambil momong putri cantik Alisya Zara Ramadhani selesai. Demi kalian semua ini saya baru ingat bahwa hari ini adalah tanggal 1 Mei 2016. Bukan hari buruh yang saya maksud, tapi hari ini kan hari Ahad pertama, yang maknanya pada waktu ini (19.10)  seharusnya saya duduk di hadapan Prof. Dr. Quraish Shihab  untuk mengikuti pengajian rutin di rumah beliau. Sebetulnya bisa saja mengejar, tapi saya juga baru ingat kalau belum mandi, dan ban depan sebelah kiri yang kemarin bocor belum saya ganti. Tepuk Jidat. Ya Salam.

Demi kalian nih, tiga jam saya rela di depan komputer, ditemani jagung, kacang godok, dan alisya yang merengek setiap kali video “Familly finger” Youtube ngadat. Demi kalian yang suka centang-centong di WA dan dimana-mana menanyakan kapan seleksi  Azhar dibuka, demi kalian yang saya belum kenal, demi kalian yang belum tentu doain saya. Saya tidak minta doa atau bilang “tolong dong like artikel, status atau foto” di facebook atau instagram saya. Di Website saya juga tidak ada iklan, kecuali Zamedia.biz, jadi mau kalian klik website saya jutaan kali tetap saja Google ga ngasih uang ke saya.

Saya berharap artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Silahkan sebarkan jika artikel ini layak untuk disebarkan, namun please dibaca dulu, jangan asal bagi/share karena itu meninjukan bahwa kalian bukan umat yang cerdas.

 

اتصل بي

Email : me@mjamzuri.com
  : mjinstitute@gmail.com
  : mjamzuri@waag-azhar.or.id
Phone : 081585993344
  : 085286363344