Mencintai sesuatu secara berlebihan itu tidak baik, kalaupun baik bisa disebut sebagai fanatik. Namun fanatik terlalu berlebihan itu juga tidak baik. Diantara fanatik berlebihan yang ada di muka bumi adalah fanatik terhadap bola. Fanatik terhadap klub tim bola nasional adalah suatu kewajaran atau bahkan kewajiban sebagai wujud kecitaannya terhadap nusa bangsa. Akan tetapi  dalam dunia bola, ke-fanatik-an berlebih seorang itu pada suatu klub profesional, bukan tim nasional.

Kecintaan terhadap klub profesional tidak mengenal negara, ras, suku atau budaya. Hampir semua fans bola tidak tahu persis alasan mereka begitu fanatik terhadap sebuah klub bola, yang bahkan ia tidak pernah menonton pertandingannya secara langsung. Penulis misalnya, fanatik klub bola asal Inggris karena alasan yang sama sekali tidak masuk akal. Ketika masih tinggal di asrama saat masa sekolah, penulis menemukan jersey sebuah klub bola di belakang kamar yang kemungkinan besar jatuh dari lantai dua asrama. Just like that, hingga saat ini penulis menjadi fans fanatik klub bola tersebut.

Kenapa harus fanatik?. Rata-rata seorang fans menjadikan klub kesayangannya sebagai ideologi yang mempengaruhi hidupnya. Ada seorang teman tidak hadir ke ujian semester karena klub kesayangannya menelan kekalahan pada harinya. Dia hanya bilang bahwa dia kehilangan mood dan pelajaran yang ia pelajari hilang begitu saja dari kepala. Namun di lain hari teman saya ini mentraktir teman sekelasnya karena klub kesayangannya berhasil memenangi derby dengan skor 7-2.

Hal yang kurang atau bahkan sama sekali tidak menyenangkan bagi seorang fanatik bola adalah kekalahan, itu saja. Senyum dan tawa seorang fanatik hanya terukur oleh kemenangan berarti senyum dan tawa, dan sebaliknya kekalahan bisa menghadirkan kesedihan dan tangisan. Kondisi psikologi seorang fanatik semakin teruji jika teman-teman dekatnya berbeda klubnya atau bahkan klub yang disukai justru rival terberatnya.

Hari-hari sebelum pertandingan adalah saat yang menegangkan. Sementara hari-hari setelah pertandingan ditentukan kalah atau menang. Sebagai pihak yang menang, seorang fanatik menjadi sangat aktif mebanggakan klub-nya, bahkan mengejek kawan-kawanya. Namun sebagai pihak yang kalah, seorang fanatik harus rela diri untuk menerima ejekan dan gunjingan. Bahkan ejekan yang datang bisa membuat dunia sendiri di kamarnya, dengan tidak menampakkan muka di hadapan teman-teman.

Penulis dalam hal ini tidak bagaimana menjadi fanatik bola yang baik dan arif. Biarkan begitu saja, karena disitulah keindahan sebagai fanatik bola. Ada saat dimana kedua tangan di atas pinggang, ada saat dimana telapak tangan menutup muka dan mencari seribu alasan kekalahan.

اتصل بي

Email : me@mjamzuri.com
  : mjinstitute@gmail.com
  : mjamzuri@waag-azhar.or.id
Phone : 081585993344
  : 085286363344