martapuraKita seringkali memperoleh pengetahuan/ilmu baru dari orang yang tidak terduga, di waktu dan tempat yang tak terduga pula. Kali ini saya memperoleh pelajaran penting dari seorang anggota kepolisian sektor di mana saya tinggal. Tepatnya pada Ramadhan hari ketiga, ia mengisi Kultum (kuliah tujuh menit) di Mushala tempat kami melaksanakan tarawih. Awalnya memang hati saya terkejut, bagaimana mungkin di komplek perumahan yang penghuninya banyak diisi oleh civitas akademika Islam memberikan waktu kepada seorang polisi untuk menyampaikan tausiahnya.

Pak Polisi yang saya tidak mengingat namanya tersebut membawakan tema tentang Masjid Besar dan Masjid Kecil. Apa yang ia sampaikan jauh dari terkaan saya, yaitu menjelaskan perbedaan Mushala, Masjid, Masjid Jami’, dan Masjid Haramain. Terkaan saya salah, dan berikut yang ia uraikan.

Segala sesuatu yang kita kerjakan, baik secara lisan, tingkah laku, maupun perasaan dicatat oleh malaikat. Segala sesuatu bisa bernilai ibadah dan juga sebaliknya. Hal ini ditegaskan oleh Allah Swt. dalam firmannya, yang artinya:

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 56).

Untuk dapat beribadah dengan baik dan khidmat, umat manusia membutuhkan sebuah tempat. Dalam hal ini umat Islam memiliki Masjid sebagai tempat ibadah. Namun perlu diketahui bahwa di dunia ini, hanya ada dua kategori masjid yang digunakan oleh umat Islam untuk beribadah, yaitu masjid kecil dan masjid besar. Masjid, masjid jami’, mushala dan bahkan masjid haramain tergolong dalam masjid kecil. Adapun yang dimaksud dengan masjid besar yaitu dunia dan seluruh isinya.

Bukhari (335) dan Muslim (521) meriwayatkan sebuah hadits yang berbunyi:  ”… seluruh permukaan bumi bisa dijadikan masjid dan alat bersuci untuk untukku. Maka siapapun di kalangan umatku yang menjumpai waktu shalat, segeralah dia shalat.”

Berdasarkan hadits di atas jelas bahwa seluruh penjuru bumi yang kita injak hari ini, saat ini, detik ini ialah Masjid yang dalam arti bahasa “tempat sujud” dimaknai sebagai “tempat untuk beribadah”. Meskipun beberapa ulama menyatakan bahwa ada pengecualian, yaitu maqbarah (kuburan) dan hamam (kamar mandi), namun dalil yang dipakai untuk berhujjah merupakan Hadits dhaif.

Secara istilah, sebagaimana yang dipaparkan oleh Az-Zarkasy bahwa Masjid oleh umat muslim hanya dipahami sebagai tempat yang disiapkan untuk shalat lima waktu. Batasan masjid menurut istilah ini adalah bangunan yang dikelilingi tembok atau kayu atau pelepah, atau bambu atau semacamnya. Inilah wilayah yang berlaku hukum-hukum masjid, seperti larangan larangan bagi wanita haid, nifas, atau orang junub untuk tinggal di dalamnya.

Terlepas dari istilah di atas, harusnya umat Islam sepakat dengan esensi Hadits di atas. Ini sangat penting, karena di dalam Masjid (Masjid Kecil) kita tidak berani untuk melakukan tindakan yang tidak terpuji, seperti; mencuri, berbuat kasar ke orang lain, dan bahkan tidak untuk membuang sampah di dalamnya. Hal tersebut karena anggapan adanya dosa yang sangat besar. Jika di Masjdi Kecil kita bersikap seperti itu, mengapa di Masjid Besar kita melakukan hal sebaliknya, bahkan dengan cara yang lebih keji. Di luar Masjid Kecil, beberapa orang yang mengaku muslim berani melakukan korupsi, berani melukai hati dan raga orang lain, serta tidak mengindahkan sampah yang berserakan.

harusnya semua umat Islam sepakat dan benar-benar meneguhkan dalam hati bahwa saat ini kita sedang berada dalam Masjid (Besar). Sehingga pertanyaan-pertanyaan; beranikah kita berkorupsi, beranikah kita membuat ketidaknyamanan orang lain, beranikah kita membuang sampah sembarangan dijawab dengan tidak. Namun sangat disayangkan, umat Islam masih terpaku bahwa di luar masjid kecil, segala tindakannya tidak dihitung sebagai ibadah. Kita hampir lupa bahwa kita diciptakan hanya untuk beribadah. Kita hanya merasa dekat dengan Allah saat berada dalam Masjid (kecil) dan belum merasakan kedekatan Allah saat berada dalam Masjid (besar). 

اتصل بي

Email : me@mjamzuri.com
  : mjinstitute@gmail.com
  : mjamzuri@waag-azhar.or.id
Phone : 081585993344
  : 085286363344