Nabi Muhammad Saw. sepertinya perlu diutus untuk kedua kalinya ke muka bumi, atau barangkali kita tinggal menunggu saja sang Imam Mahdi. Rasul perlu hadir untuk menjewer kelompok-kelompok yang mengaku sebagai umatnya namun justru melecehkannya. Rasul perlu menyentil mereka yang ogah bertoleransi dan menghormati kepada sesamanya; sesama ciptaan Allah, sesama bangsa, dan sesama agama Islamnya.

Sikap toleransi dan menghormati merupakan murni ajaran Islam yang salam. Paling tidak sikap ini terekam pada surat pendek yang sering menjadi pilihan kita saat melaksanakan shalat, yaitu pada Al-Kafirun. Dalam ayat tersebut termaktub pesan yang sangat jelas yaitu saling menghargai dan menghormati ajaran agama masing-masing. Dalam arti yang luas agama ini mengajarkan untuk menghormati simbol-simbol, kitab suci, tempat ibadah, dan aktifitas keagamaan masing-masing. Pesan Al-Qur’an ini didukung dengan sikap Rasul dalam banyak riwayat.

Kepada umat yang berbeda keyakinan kegamaan, kita diperintahkan untuk menghormati, barang tentu sikap tersebut wajib diambil terhadap mereka yang satu iman, penyembah Tuhan yang satu Allah Swt, dan mengikuti Rasul-Nya Muhammad Saw. Lantas apa yang mendasari sebagian kelompok yang justru menghujat dan mengkafirkan kelompok Islam lainnya?. Bisa jadi mereka tidak menerima pesan secara jelas bahwa perbedaan itu merupakan Sunatullah, sesuatu yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya.

Firman Allah Swt. yang secara jelas menyampaikan pesan perbedaan yaitu ayat ketiga belas pada surat Al-Hujarat. Dalam ayat yang sama Islam menekankan pentingnya menjaga keharmonian. Keharmonian hanya akan terwujud jika antara satu orang, atau satu kelompok dengan kelompok lainnya saling mengenal. Dengan saling mengenal maka akan saling mengetahui sikap, watak, perilaku, dan peradaban satu sama lain sehingga muncul kesadaran dalam dirinya; suatu sikap penghormatan. Sikap ini menjadi modal utama setiap manusia untuk menyadari bahwa hak asasinya sebagai manusia terbatasi oleh hak asasi orang lain, sehingga dituntut pada dirinya untuk bertoleransi.

Sikap hormat dan toleran bisa jadi merupakan kunci utama guna mengukuhkan persatuan dan kesatuan dalam keragaman dan perbedaan. Tanpa keduanya kita akan dengan mudah mencaci orang lain yang tidak satu pemikiran dengan kita, mudah mengutuk orang lain yang tidak satu budaya, mudah mencibir orang lain yang tidak satu bangsa, mudah melaknat orang lain yang tidak satu agama, bahkan mudah mengkafirkan orang lain yang satu agama namun berbeda dalam menginterpretasi Firman Allah dan sabda Rasulullah.

Analogi ringan yang dapat menggambarkan keniscayaan perbedaan dan mengormatinya seperti cara kita memakan sesuatu yang halal. Kita sama-sama yakin bahwa buah Apel itu halal dan kita suka mengkonsumsinya. Namun ingat bahwa buah apel itu beraneka ragam jenisnya, juga rasanya dan kita tidak bisa memaksakannya untuk menjadi sama. Begitupun cara memakannya, ada yang suka memakan langsung, ada yang suka dikupas terbih dahulu, ada yang suka menjadikannya sebagai minuman, dan kita tidak bisa memaksa semua orang mengikuti cara kita mengkonsumsi. Jenis apel apa dan bagaimanapun cara kita mengkonsumsinya, tujuan kita sama yaitu mengubah buah apel menjadi nutrisi untuk kesehatan badan kita.

Perbedaan merupakan keniscayaan sedangkan mempersatukan umat adalah kewajiban. Persatuan umat tidak akan terwujud jika ditempuh dengan cara memaksa orang lain satu fikrah (satu kepala) dengan apa yang kita yakini. Jika kita bisa berjabat tangan dengan pemeluk agama lain (mereka jelas kafir), lantas kenapa kita tidak bisa bergandengan tangan dengan sesama Muslim. Jangan hanya karena cara beribadah yang sedikit berbeda lantas kita mengkafirkannya, memusuhinya, dan melaknatnya. Jadilah muslim yang cerdas dalam mengelola perbedaan. Perbedaan bisa jadi rahmat jika kita saling hormat dan toleran, namun bisa menjadi laknat jika kita merasa hanya kita lah yang paling benar, sementara yang lain dlolal. Wasalam

اتصل بي

Email : me@mjamzuri.com
  : mjinstitute@gmail.com
  : mjamzuri@waag-azhar.or.id
Phone : 081585993344
  : 085286363344