Our Master of Planner, yaitu Allah Swt. telah menjamin tiga hal pada tiap-tiap diri manusia yang salah satunya adalah pasangan hidup. Allah juga telah menegaskan dalam al-Qu`an bahwa setiap mahluk termasuk mahluk paling sempurnanya yaitu manusia diciptakan berpasang-pasangan.


Meskipun siapa pasangan dan kapan kita dipertemukan hanya Allah yang tahu, kita sangat tidak disarankan untuk hanya berdiam diri menunggu jodoh itu datang. Poin ini senada dengan hadits Rasulullah Saw. yang dalam pengertian universal-nya memberikan wejangan kepada kita untuk memilih pasangan hidup dengan memperhatikan empat faktor, yaitu; hartanya, nasabnya, parasnya dan agamanya, dan pada hadits yang sama Rasul meminta untuk lebih menekankan agamanya.

Namun jika melihat fenomena kehidupan, metode memilah dan memilih dalam pencarian pasangan hidup, kita bisa membaginya ke dalam tiga kategori. Pertama, Kategori Standar Syariat, kategori ini mengedepankan metode yang sering disebut dengan ta`aruf (dalam pengertian universal) dengan menampilkan diri apa adanya tanpa embel-embel duniawi. Jika target ta`aruf katakan iya dan pelaku cocok maka atur tanggal akad nikah.

Kedua, Standar Syariat Modern. Metode ini selain memperhatikan rambu-rambu syariat juga memanfaatkan kemajuan dibidang komunikasi, style, dll., sehingga memungkinkan hubungan pranikah bisa menjadi persiapan yang menjanjikan dalam memperhangat hubungan paska nikah yang lebih harmonis dan tertata. Metode ini lebih kita kenal dengan istilah the real of pacaran dengan batasan-batasan syariat menjadi tameng hubungan.

Ketiga, Standar Era Modern. Metode ini boleh disebut dengan metode nafsu, pasalnya dalam prakteknya tidak ada penghirauan atas batasan-batasan syariat, norma kesusilaan dan budaya. Metode ini lebih mengedapankan eksplotasi nafsu yang diaplikasikan dalam bentuk sentuhan tubuh. Yang lebih miris lagi aplikasinyapun sampai pada titik yang dalam islam disebut dengan zina. Bahkan yang lebih memprihatinkan bahwa perilaku seksualitas menjadi prasarat dan bukti cinta dalam kategori ini.

Ketiga kategori diatas merupakan bentuk proses untuk menuju satu muara yang sama yaitu Jodoh yang merupakan keputusan final siapa pasangan hidup kita sebenarnya. Di dalamnya juga berlaku ayat Allah yang arti universalnya berbunyi “Yang baik untuk yang baik dan yang buruk untuk yang buruk”. Kita tentunya mempunyai keinginan yang sama untuk mempunyai jodoh yang baik, namun pertanyaannya apakah kita pantas mendapatkannya. Kita sendiri lah yang bisa menjawab dan menentukannya.

Yang menarik bahwa ternyata jodoh itu tidak hanya dari Tuhan saja melainkan bisa kita dapatkan dari Jin dan Setan. Sangat jelas bentuk jodoh dari Tuhan itu seperti apa, tentunya bisa kita peroleh melalui proses pada kategori pertama dan kedua yang disebutkan di atas. Sementara itu Jodoh dari Jin bisa kita dapatkan jika kita menggunakan perantara dukun atau dengan kata lain menjodoh-jodohkan yang tidak jodoh. Adapun Jodoh dari Setan cukup jelas bisa didapatkan melalui proses kategori ketiga yang umumnya dijodohkan karena terlanjur hamil di luar nikah atau dengan bahasa halusnya merupakan bentuk pertanggung jawaban perbuatan setan mereka.

Wallahu A`lam.

اتصل بي

Email : me@mjamzuri.com
  : mjinstitute@gmail.com
  : mjamzuri@waag-azhar.or.id
Phone : 081585993344
  : 085286363344